Jangan Pernah Meremehkan Suatu Pekerjaan, Meski Kadang Dianggap Remeh

Dani

Ads - After Post Image

Pernah tidak sih Anda berpikiran dan nyeletuk “halah mek ngunu tok ae lho…” ketika Anda tidak bisa melakukan suatu pekerjaan dan ternyata solusinya begitu simpel, namun kita tidak mengetahuinya.

Atau terkadang kita meremehkan pekerjaan seorang tukang sampah? cuman ambil sampah aja! minta honor naik.

Atau kita pernah minta tolong dengan cara begini, “ayolah mas bikin landing page kan bisa sehari saja, masak mahal banget…”

“Mas bisa memperbaiki website saya kan? cuman lemot dan error tampilannya, gampang kan mas…”

“Mas desainnya jadi besok ya, gampang kan tinggal revisi, ini, itu, bla bla bla…”

“Mas videonya bikinnya jangan lama-lama, yg bagus ya mas, harganya kalau bisa dimurahin, nanti saya rekomendasikan ke relasi dan teman-teman, saya…” krik… krik… krik…

Begini, saya lampirkan screenshot bagaimana saya bikin website yg sesuai schema google dan seo friendly. Butuh 223 kali revisi hingga nilainya perfect 100. Bayangkan saja satu halaman revisinya 223 kali, Skripsi saja ndak sampai revisi 223 kali. Heh, bahkan saya pernah melakukan revisi 1 halaman Landing Page hingga 1000 kali lebih, lalu ada yang bilang, “sesimpel itu aja mas”.

Maksud saya, ini nasehat buat diri saya sendiri, untuk lebih menghargai orang lain, apapun pekerjaannya.

Menurut Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers, seseorang akan mencapai tahapan ekspert atau ahli setelah melalui 10.000 jam, sesuai pada bidangnya.

Jadi, kalaupun ada tukang atau mekanik yang bisa menyelesaikan kerusakan mesin parah hanya dalam waktu 5 atau 10 menit. Kita harus menghargai proses dan pengalaman mekanik tersebut belajar dan menemui banyak kegagalan. Bisa jadi pengalaman telah puluhan tahun.

Jangan Pernah Sekalipun Meremehkan. Jadi teringat Man Jadda Wa Jada. Barang siapa bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan apa yang ingin dia capai dan tuju. Dan bersungguh-sungguh itu bukan sesuatu yang mudah, butuh kerja keras dan konsistensi.

“Disiplin adalah melakukan pekerjaan yang tidak kamu sukai secara terus-menerus dan konsisten” Mike Tyson.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Tags

Dani

Leave a Comment

Ads - Before Footer